Dengarlah Ibu putra putri mu menyanyikan lagu pujian untuk mu
Lirih....
Ibu kami tidak diperhatikan, padahal kami akan bertugas mengibarkan panji mu Ibu
Kulit kami yang terbakar matahari
Peluh kami yang telah menguap di udara
Tak pula mereka melihat kami
Apakah sejarah memang tinggal sejarah Ibu...
Ibu pertiwi ku nan anggun, lihatlah kami..
Berikan setetes perhatian mu untuk kami
Kami merindukan itu ibu, kami sangat merindukannya
Kami memang berada di pelosok tanah mu, namun kami adalah putra dan putri mu Ibu
Jangan biarkan asa ini berubah seperti kulit kami
Jangan biarkan asa ini menguap seperti peluh kami
Kami yang merindu sorot kedua belah mata
Kami pemuda yang bersemangat seperti para pendahulu kami di Rengas dengklok
Kami merindu Ibu
Kami merindu Ibu pertiwi yang bijaksana.
Endang Taufik
23072011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar