Halaman

Tampilkan postingan dengan label pada Saudara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pada Saudara. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Mei 2012

MOTIVATOR GAGAL


Tidak semuanya yang negatif adalah sesuatu yang buruk, atau pun bisa di katakan tabu.

Rasa frustrasi, putus asa, menyerah pasrah. Kekuatan rasa dari kebuntuan itu sangatlah membantu

Pertama, saat kita menjadi buntu dan tidak bisa berpikir banyak lagi. Tetapi usahakan pikiran itu selalu positif dan lebih baik lagi tidak punya pikiran positif atau pun negatif, membiarkan pikiran itu kosong dan mengikhlaskan apapun yang terjadi kepada Alloh.

Kedua, setelah pikiran kita kosong atau tahapan hampa menurut para sufi, kemudian bergeraklah lakukan sesuatu yang bermanfaat untuk diri, bila untuk diri masih tidak mampu maka lakukan sesuatu yang bermanfaat untuk orang lain atau pun makhluk lain, ingat catatan yang pertama jangan pernah berpikir lepaskan menjadi hampa, ikhlas kan karena semua yang terjadi karena ada takdir Alloh. Perbuatlah sesuatu manfaat walaupun itu hal terkecil, karena hal terkecil kadang banyak tidak di hiraukan oleh banyak orang, banyak yang tidak di sadari pula bahwa hal terkecil itu suka di anggap sepele padahal hal yang mendasar.

Selalulah rendahkan dirimu karena ingat kamu itu frustrasi dan putus asa, buntu.

Biarkan semua mengalir tetapi jangan diam
Lakukanlah sesuatu yang benar-benar bermanfaat
Untuk diri, orang lain dan makhluk lain
Meskipun itu kecil
Ikhlaskan
Ikhlaskan
Jangan pernah berpikir apa-apa
Hanya ikhlas
Hanya Alloh

Mari kita buntukan segala akal pikiran
Menuju kehampaan
Menuju kekosongan


[02042012]

Kamis, 05 April 2012

Adakah masyarakat ini [Indonesia], peduli buku dan mau membaca?


Ketika orang-orang mengatakan bahwa masyarakat kita adalah masyarakat ‘cangkul’ mereka lebih suka mencangkul dari pada membaca, bisa ditafsirkan bahwa masyarakat kita lebih senang bergerak dari pada duduk diam bergulat dengan pikirannya sendiri. Setujukah pernyataan itu?

Pergerakan dengan sebelumnya ada pemikiran yang terorganisir akan lebih memuaskan mendapatkan suatu tujuan, tetapi bila bergerak tanpa berpikir terlebih dahulu apalagi tidak terorganisir, emosi dan brutalitas yang ada didalamnya.

Adapula pernyataan ‘Masyarakat kita mempunyai budaya loncat, yang seharusnya masyarakat itu benar-benar harus menjadi masyarakat literasi terlebih dahulu, namun belum budaya itu sampai, masyarakat sudah berbudaya pada audio visual ‘si kotak ajaib/hipnotis’ televisi.

Masyarakat kelas menengah ke bawah lebih tertarik berbelanja pakaian, makanan, dan perabotan rumah tangga dari pada buku, dan yang lebih mirisnya harga buku di negeri ini sangat mahal tidak terjangkau bahkan untuk para mahasiswa [akademisi muda]. Mereka berpikir untuk apa mahal-mahal membeli buku, lebih baik membeli yang benar-benar bermanfaat untuk sehari-hari.

Pemerintah sudah berupaya dengan menyejahterakan rakyat dan pendidikan dengan adanya anggaran untuk pendidikan, tetapi sistemnya masih bongkar pasang ‘labil’. Padahal kemajuan bangsa itu di dasari oleh pendidikan, kesehatan, dan pertanian. Demi peradaban negeri yang lebih baik mereka tidak peduli.

Tidak pedulinya, mereka memberikan sistem/program/kurikulum untuk pendidikan berubah-ubah bahkan lebih terkesan memanjakan pagi peserta didik [siswa] dan orang tua muridnya untuk lebih menuntut pada sekolah yang mendidik anaknya. Sangat jauh dengan cerita mendidik jaman dahulu memang jaman dahulu itu mendidiknya seperti pendidikan jaman belanda dan jepang tetapi mereka sangat menerapkan disiplin bukan memanjakan.

[30032012]

Jumat, 03 Februari 2012

Kekerasan

Setiap pemimpin pasti akan melakukan kekerasan,
entah dengan apapun caranya itu.

[23012012]

Senin, 30 Januari 2012

Bukan

Bukan nama tetapi kata
Bukan kata tetapi perbuatan
Bukan perbuatan tetapi keikhlasan

[060407]

Kamis, 26 Januari 2012

Arak Kerinduan

Para pemabuk meminum araknya
Bersama kerinduan dan keresahan

[28 Februari 2006]

Sabtu, 14 Januari 2012

Keponakanku

Keponakanku
Saat air ketuban ibumu pertama pecah
Matahari mulai berbenah pulang
Dan rembulan pun datang dengan sigap terangi malam

Jalanan tenang sunyi
Hanya sesekali mobil melesat kencang
Aku pamanmu dan nenekmu menjemput bidan

Keponakanku
Kamu terlahir saat pencurian motor saingi togel

Keponakanku
Aku sudah mengantuk
Tetapi kekekmu mendahului bermimpi

Sesaat aku keluar rumah
Menikmati sebatang rokok

Keponakanku
Langit saat itu riang
Kerlip bintang dan purnama
Mereka sudah menunggu kamu lahir

Rokok pun habis
Aku masuk kembali ke rumah
Menikmati acara yang tersisa di tv
Satu jam berlalu

Kau pun terlahir keponakanku
Selamat datang
Selamat datang di fana bumi
Selamat datang

[nadianurulaulia, 09 Januari 2004]

Akar Bintang

Bekas telapak kaki kami akan menjadi penerang
Untuk kami dan yang membutuhkan
Bintang kami akan selalu menerangi
Dengan kehangatan cahaya silaturahmi
Yang berakar dari hati dan jiwa kami

Akar dan bintang ini
Akan selalu menemani langkah kami

[Desember 2003]

Besuk


Berbondong orang berdatangan
Dari sanak keluarga sampai tetangga
Semua ikut dibawa
Ramaikan suasana
Sedikit redam duka

Mendengar bayi menangis
Si bapak dengan mata berkaca-kaca membeku kaku
Tidak bisa berkata
Berdo’a pasrah si Ibu selalu panjatkan

Sabar
Tabahlah
Kata seorang penjenguk

[15 Maret 2004]

Karyawati


Pekerjaan sudah kau dapatkan tanpa sogokan
Namun tetap risi
Tanggal gajian jauh di depan

Letih kau pulang dari pabrik menuju kontrakan yang tidak ada makanan

Walaupun tanpa sogokan
Tetap saja susah untuk makan
Modal untuk menunggu gajih sudah terhempas kebutuhan lain

Bertahan
Sabar
Bertahan
Sabar
Itulah yang dikatakan hati tegar mu

Di depan pintu kontrakan
Kau menunggu adikmu membawa kiriman
Tetapi ia tidak datang

Adikmu sudah berusaha
Ibumu pasrah berdo’a

Bertahanlah
Air matamu akan mengalir
Menuju samudra kebahagiaan
Untuk adikmu, ibumu, dan bapakmu
Bertahanlah dan berbahagialah

[Selasa, 20 April 2004]

Jumat, 13 Januari 2012

saksi Hiburan


Terlalu banyak cerita yang kami dengar
Bermacam kisah
Berbagai lakon
Beribu wajah dan peran

Kami menyaksikan...

Yang tidak memberikan hiburan kurang di gemar
Yang tidak memberikan damai kurang di damba
Yang tidak memberikan potongan harga kurang di minat

Semua wajah berbeda
Namun masih manusia

Terlalu banyak cerita yang kami dengar
Mengatas namakan nama dari nama
Menceritakan cerita dari cerita

Kemudian apa yang terjadi bila kebenaran hanya menjadi cerita saja

[02 Juli 2004]

Kamis, 12 Januari 2012

massaSiswa


Mahasiswa yang berdemonstrasi
Seperti provokator kerusuhan

Bukankah mahasiswa itu kaum yang terpelajar, sudah tentu tahu pasti tentang undang-undang dan peraturan

Bapak-bapak militer bukannya mendamaikan
Kenapa jadi membantai

Bapak-bapak yang membuat peraturan kalut
Hanya bisa membuat berantakan

Aturan dan undang-undang hanya untuk uang
Rakyat menjadi jelata menjadi korban
Tidak ada perlindungan apa pun di negara ini untuk kami

Mana pembela rakyat kecil
Mana penegak keamanan
Mana penegak peraturan

Dimana perdamaian
Disini pembantaian

[September 2004]

Rabu, 11 Januari 2012

Untuk Nica 2


Hujan adalah rahmat kehidupan
Menumbuhkan tunas-tunas
Menggapai bintang

Puncak gunung tidak akan mampu mendinginkan suasana
Karena, kehangatan sahabat sangatlah erat memeluk jiwa

Adakah keindahan buatan manusia melebihi keindahan hutan berkabut
Adakah kesadaran bertetangga melebihi kesadaran tetangga antar tenda

Atas nama alam rimba dan pegunungan yang berkabut
Aku
Kamu
Dan semua ciptaan-Nya
Adalah saudara

28 Desember 2004