Halaman

Sabtu, 14 Januari 2012

pana Kata


Jangan terpana karena kata
Jangan terbius karena kiasaannya

Aku percaya keseriusanmu
Tetapi...
Aku tidak percaya dengan diriku sendiri

Angin selalu mengajak aku pergi

[10 Maret 2004]

Besuk


Berbondong orang berdatangan
Dari sanak keluarga sampai tetangga
Semua ikut dibawa
Ramaikan suasana
Sedikit redam duka

Mendengar bayi menangis
Si bapak dengan mata berkaca-kaca membeku kaku
Tidak bisa berkata
Berdo’a pasrah si Ibu selalu panjatkan

Sabar
Tabahlah
Kata seorang penjenguk

[15 Maret 2004]

Karyawati


Pekerjaan sudah kau dapatkan tanpa sogokan
Namun tetap risi
Tanggal gajian jauh di depan

Letih kau pulang dari pabrik menuju kontrakan yang tidak ada makanan

Walaupun tanpa sogokan
Tetap saja susah untuk makan
Modal untuk menunggu gajih sudah terhempas kebutuhan lain

Bertahan
Sabar
Bertahan
Sabar
Itulah yang dikatakan hati tegar mu

Di depan pintu kontrakan
Kau menunggu adikmu membawa kiriman
Tetapi ia tidak datang

Adikmu sudah berusaha
Ibumu pasrah berdo’a

Bertahanlah
Air matamu akan mengalir
Menuju samudra kebahagiaan
Untuk adikmu, ibumu, dan bapakmu
Bertahanlah dan berbahagialah

[Selasa, 20 April 2004]

Lelah


Kamu yang memeluk kelelahan asaku
Sekarang saat ini kamu bisa mengerti
Besok mungkin kamu akan mengutuk dan menuntut
Dari keadaanku

[Mei 2004]

Mengalir


Sama-sama air

Sama-sama mengalir

Terkadang berlawanan arah

[Juni 2004]

air Kemarau


Air sungai mengalir damai

Di tengah matahari kemarau

[30 Juni 2004]