Pekerjaan sudah kau dapatkan tanpa sogokan
Namun tetap risi
Tanggal gajian jauh di depan
Letih kau pulang dari pabrik menuju kontrakan yang tidak ada makanan
Walaupun tanpa sogokan
Tetap saja susah untuk makan
Modal untuk menunggu gajih sudah terhempas kebutuhan lain
Bertahan
Sabar
Bertahan
Sabar
Itulah yang dikatakan hati tegar mu
Di depan pintu kontrakan
Kau menunggu adikmu membawa kiriman
Tetapi ia tidak datang
Adikmu sudah berusaha
Ibumu pasrah berdo’a
Bertahanlah
Air matamu akan mengalir
Menuju samudra kebahagiaan
Untuk adikmu, ibumu, dan bapakmu
Bertahanlah dan berbahagialah
[Selasa, 20 April 2004]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar