Halaman

Jumat, 13 Januari 2012

puisi Pagi


Puisi alam pagi membawaku dalam desiran angin kebimbangan
Surya celah jendela memaksa jiwa keluar dari alam mimpi

Roh pergi dari tubuh di waktu pagi
Menikmati kenikmatan yang lebih
Merasakan penderitaan yang lebih
Lebih dari saat roh dan raga bersatu

Matahari tidak akan sehangat pagi bumi
Kerikil tidak akan setumpul bumi

Puisi pagi terlantun
Membangunkan tubuh yang masih berjiwa

Puisi pagi ditembangkan
Membuka mata kesadaran fana bumi

Jiwa langit
Jiwa bumi
Puisi pagi di lantunkan

[08 Juli 2004]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar