Kartini ku terluka
Saat kebaya terlupa
Tapi kini perkasa
Bisa menjadi Ibu Negara
Walau tanpa kebaya
Kartini ku sedih
Saat kaumnya mengiblat ke arah barat
Tapi kini hebat
Banyak yang bisa silat
Bahkan suami di sikat
Kartini ku meneteskan air mata
Saat benih tak tumbuh
Tapi kini pintar
Bisa menumbuhkan benih
Walau tanpa bijih
Kartini ku tertunduk
Saat kaumnya murung
Kini mereka seperti burung
Bisa terbang
Meninggalkan norma-norma
Kemudian hilang
Kartini ku tak perlu perkasa
Kartini ku sangat mulia
[2002]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar