Halaman

Rabu, 18 Januari 2012

Kartini Ku Terluka

Kartini ku terluka
Saat kebaya terlupa
            Tapi kini perkasa
Bisa menjadi Ibu Negara
Walau tanpa kebaya

Kartini ku sedih
Saat kaumnya mengiblat ke arah barat
            Tapi kini hebat
            Banyak yang bisa silat
            Bahkan suami di sikat

Kartini ku meneteskan air mata
Saat benih tak tumbuh
            Tapi kini pintar
Bisa menumbuhkan benih
            Walau tanpa bijih

Kartini ku tertunduk
Saat kaumnya murung
            Kini mereka seperti burung
            Bisa terbang
            Meninggalkan norma-norma
Kemudian hilang

Kartini ku tak perlu perkasa
Kartini ku sangat mulia

[2002]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar