Halaman

Rabu, 18 Januari 2012

Jalan Bolong

Aku segan bepergian dari rumahku
Jalanan di daerahku berlobang dan berdebu
Mungkin gara-gara uang dari utang
Kemudian pemerintah bimbang
Sampai menjual saham orang

Karyawan berdemonstrasi dengan garang
Seperti Tommy di persidangan
Hakim hanya bisa berpangku tangan
Takut kehidupannya hilang


Malang benar nasib jalanku
Rumah-rumah di pinggirnya berdebu
Seperti satu kini beribu
Hanya untuk saku dan bahu

Bila hujan datang
Lubangmu bergenang
Seperti air mata korban perang
Orang tanpa dosa terbawa-bawa
Mereka menganga dalam derita orang pesta

Rakyat jelata hanya bisa bicara
Tanpa nyata

Yang tertinggal tanda seru dan tanda tanya
Untuk Indonesia

[27 Maret 2002]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar