251109
Senja ini telah membawa wajah-wajah yang telah menghias hati melintas.
Mereka tersenyum
Debaran jantungku merindukan rasa seperti itu lagi.
Dan kemanakah rasa itu pergi.....
Entahlah tak kan ku cari
Aku hanya merindukan sangat
Tetapi tidak akan kucari
Aku ingin dia datang sendiri dengan senyum
Aku ingin melepaskan semua rasa
Dan merasakan cinta
Setiap hari aku di katakan sibuk, lebih tepatnya aku menyibukan diri bila di tanya alasannya, ;
“Untuk melupakan diri, untuk melupakan kenyataan, kau tahu bila banyak terdiam seribu peri khayal dan peri kenyataan akan datang bersamaan, hasilnya buah dilema, kenyataan itu pahit kawan.”
Aku terus bergerak, baik itu fisik mau pun pikiran dan terus bergerak. ;
“Semakin kamu melepaskan diri ke dalam kubangan pemburu waktu maka semakin jauh pula kamu rasakan kenyataan yang pahit itu menerkam mu.”
Namun
Bila kelelahan tiba, aku merasakan sesuatu “something atau someone” entahlah, kamu pasti tahu apa itu ;
“Dan ketika aku lelah, aku ingin ada yang mendekapku erat tanpa kata, suara hanya detak jantung yang terdengar dan hangat dekapan. Menutup mata, menghirup dalam wangi rambut mu, ah. Belum terjadi.”
Usiaku tidak lagi muda juga belum termasuk tua, dan kehidupanku statis. ;
“Aku sudah berjuang mungkin, untuk pemenuhan angan menjadi nyata, tetap saja. Manusia memang perencana, bukan pembuat keputusan. Do’a itu seperti bentuk Proposal, yang penting mengajukan dan presentasinya di terima tidaknya. Entahlah.”
Dan aku masih belum mendapat pasangan. ;
“...............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................Senyum.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar