Halaman

Selasa, 10 Januari 2012

Harmoni Alam


Harmoni alam membuai khayali
Simponi semesta indahkan berkah hidup
Cinta kasih menjadi bibir ajali

Jiwa menjadi bunga
Raga menjadi kupu-kupu
Madunya adalah rahmat yang tak terungkap
Antara maya dan nyata

Malam damai di mata yang tertutup nyata
Siang resah di gerahnya matahari yang berpayung kabung

Air kehidupan menghujani dan membanjiri
Manusia hidup
Manusia mati
Tidak berbeda
Semua hanyalah debu

Harmoni alam akhirat
Menerkam damai dosa
Simponi semesta surga
Butakan mata ke ilahian
Cinta kasih menjadi pembawa ajal

Januari 2005

Tidak ada komentar:

Posting Komentar