Sabtu, 01 Agustus 2009
Aku terhempas kemudian musnah diterpa kemarau...
Apa peduli mu?
Perutku mual mendapat masalah yang sama...
Apakah kata setuju dan janjimu hanya gurau belaka?
Apapun yang kulakukan dan ku pikirkan hanya kamu?
Adakah pengertianmu?
Lelahkah aku?
Mataku nanar menerima kekecewaan ini...
Nafasku tersendat berat sangat berat, bak ada yang menghimpit dadaku
Berat sungguh berat
Aku muak pada diriku sendiri...
Siapa yang kan menemaniku menangis
Berikan aku hembusan nyanyian surgawi
Merah mataku seperti matahari senja ini
Menahan amarah
Amarah ...
.......... is gone.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar