Halaman

Senin, 07 Mei 2012

REDUP MENUNGGU MATI


Aku bukan orang baik
Aku juga bukan orang saleh
Alloh pastinya tidak akan bermurah kepada ku
Untuk mengembalikan kamu

Tetapi aku tetap berprasangka baik pada Mu
Alloh pasti merencanakan sesuatu untuk aku - kamu

Tindakan bodohku yang mengawali kehancuran ini
Aku bertindak tanpa pikir banyak, bahkan kosong saat aku melakukannya
Entahlah apa yang akan Alloh rencanakan untuk aku - kamu.

Redup....
Menunggu mati

[04052012]

Rabu, 02 Mei 2012

MOTIVATOR GAGAL


Tidak semuanya yang negatif adalah sesuatu yang buruk, atau pun bisa di katakan tabu.

Rasa frustrasi, putus asa, menyerah pasrah. Kekuatan rasa dari kebuntuan itu sangatlah membantu

Pertama, saat kita menjadi buntu dan tidak bisa berpikir banyak lagi. Tetapi usahakan pikiran itu selalu positif dan lebih baik lagi tidak punya pikiran positif atau pun negatif, membiarkan pikiran itu kosong dan mengikhlaskan apapun yang terjadi kepada Alloh.

Kedua, setelah pikiran kita kosong atau tahapan hampa menurut para sufi, kemudian bergeraklah lakukan sesuatu yang bermanfaat untuk diri, bila untuk diri masih tidak mampu maka lakukan sesuatu yang bermanfaat untuk orang lain atau pun makhluk lain, ingat catatan yang pertama jangan pernah berpikir lepaskan menjadi hampa, ikhlas kan karena semua yang terjadi karena ada takdir Alloh. Perbuatlah sesuatu manfaat walaupun itu hal terkecil, karena hal terkecil kadang banyak tidak di hiraukan oleh banyak orang, banyak yang tidak di sadari pula bahwa hal terkecil itu suka di anggap sepele padahal hal yang mendasar.

Selalulah rendahkan dirimu karena ingat kamu itu frustrasi dan putus asa, buntu.

Biarkan semua mengalir tetapi jangan diam
Lakukanlah sesuatu yang benar-benar bermanfaat
Untuk diri, orang lain dan makhluk lain
Meskipun itu kecil
Ikhlaskan
Ikhlaskan
Jangan pernah berpikir apa-apa
Hanya ikhlas
Hanya Alloh

Mari kita buntukan segala akal pikiran
Menuju kehampaan
Menuju kekosongan


[02042012]

Senin, 09 April 2012

mati di siksa sesama


Bangun
Berdiri
Lihat

Dari pada mati
Disiksa sesama

Jangan biarkan tersesat
Bernyanyilah
Bernyanyi
Nyanyikan lagu harapan
Kalahkan lagu gelombang
Laporkan dalam zikir

Dia mendengar
Dia melihat

[01032012]

Sabtu, 07 April 2012

Bumi Tak Terurus


Bumi tak terurus
Tak perlu mati menuju neraka


Datang saja ke Indonesia
Iblis saja berhenti bekerja di sini
Tugasnya sudah di ganti pejabat negara



[pertengahan Februari 2012]

Kamis, 05 April 2012

Azab Zaman


Azab zaman
Terkilir roh menuju  neraka
Di ganggu hasrat materi

Baju zirah pelindung dusta
Baris kalahkan sesat
Dunia busuk

Jangan sesalkan azab
Jagan sesalkan zaman
Zaman ada algojo
Zaman ada kehancuran

[01032012]

Adakah masyarakat ini [Indonesia], peduli buku dan mau membaca?


Ketika orang-orang mengatakan bahwa masyarakat kita adalah masyarakat ‘cangkul’ mereka lebih suka mencangkul dari pada membaca, bisa ditafsirkan bahwa masyarakat kita lebih senang bergerak dari pada duduk diam bergulat dengan pikirannya sendiri. Setujukah pernyataan itu?

Pergerakan dengan sebelumnya ada pemikiran yang terorganisir akan lebih memuaskan mendapatkan suatu tujuan, tetapi bila bergerak tanpa berpikir terlebih dahulu apalagi tidak terorganisir, emosi dan brutalitas yang ada didalamnya.

Adapula pernyataan ‘Masyarakat kita mempunyai budaya loncat, yang seharusnya masyarakat itu benar-benar harus menjadi masyarakat literasi terlebih dahulu, namun belum budaya itu sampai, masyarakat sudah berbudaya pada audio visual ‘si kotak ajaib/hipnotis’ televisi.

Masyarakat kelas menengah ke bawah lebih tertarik berbelanja pakaian, makanan, dan perabotan rumah tangga dari pada buku, dan yang lebih mirisnya harga buku di negeri ini sangat mahal tidak terjangkau bahkan untuk para mahasiswa [akademisi muda]. Mereka berpikir untuk apa mahal-mahal membeli buku, lebih baik membeli yang benar-benar bermanfaat untuk sehari-hari.

Pemerintah sudah berupaya dengan menyejahterakan rakyat dan pendidikan dengan adanya anggaran untuk pendidikan, tetapi sistemnya masih bongkar pasang ‘labil’. Padahal kemajuan bangsa itu di dasari oleh pendidikan, kesehatan, dan pertanian. Demi peradaban negeri yang lebih baik mereka tidak peduli.

Tidak pedulinya, mereka memberikan sistem/program/kurikulum untuk pendidikan berubah-ubah bahkan lebih terkesan memanjakan pagi peserta didik [siswa] dan orang tua muridnya untuk lebih menuntut pada sekolah yang mendidik anaknya. Sangat jauh dengan cerita mendidik jaman dahulu memang jaman dahulu itu mendidiknya seperti pendidikan jaman belanda dan jepang tetapi mereka sangat menerapkan disiplin bukan memanjakan.

[30032012]

Rabu, 04 April 2012

Untuk Waktu


Tolonglah berjalan perlahan-lahan saja, asal penumpang selamat. Slow motion. Aku terlalu resah melihat kamu berjalan sangat cepat, kamu lari ya?

Ketika aku tengah asyik bermain dengan diri sendiri, tanpa sengaja mataku tanpa perintah melihat jam yang langsung di transfer menuju otak kalkulasinya. Aku resah seperti ada hantaman martil ke tubuhku.

Ahhhhhh.....kenapa bergerak sangat cepat!!

Aku takut bila nanti waktu berjalannya seperti kecepatan cahaya, mengerikan.

Bukti bahwa dunia semakin melalaikan nyatalah adanya
Keasyikan yang tanpa henti
Mimpi yang terus membaru
Terus mengejar harap
Kemudian, tertinggal waktu

Waktu, berjalanlah pelan.
Bila perlu kita berjalan beriringan

[04022012]