Halaman

Kamis, 08 Desember 2011

RINDU

Jum’at, 12 Nopember  2010

Rasa ini masih tertahan
Sedangkan Merapi sudah melepaskannya
                _melepaskan kerinduannya_

Debaran jantung yang terus menggebu
Berdetak kencang
                _menahannya pun terasa mual_

Detak debaran jantung Bumi terus membuncah
Menggetarkan semua rasa takut
Aku ingin mengakhiri gelisah ini
Biar tidak ada yang tertahan
Biar detak jantung harmonis

Aku rindu cintaku
Rindu bumi pada yang peduli
_cemas dan gelisah ia dan aku_

Bumi, manusia tak harmonis
                _aku rindu kekasih ku_

ASMARAGAMA

 I

Entah kenapa, Asmaragama sembunyi dibalik purnama
Bintang hanya tersenyum,
tidak memberi tahu.
Para penghuni langit yang sangat unik, memendam jawab dari sembunyinya asmaragama

Dibagian cerita lain

Manusia resah mencari kesejatian asmara, diterang rembulan
Manusia petualang mencari kesejatian asmara
dengan arah bintang-bintang

Kepada Siapa

September akhir 2009

Kepada siapa ku kan bercerita, tentang pendakian ku kemarin...
Kepada siapa ku kan melepas rindu, setelah pendakian......

Bulan
Kabut
Embun
Bintang timur
Padang bunga abadi
Matahari
Dingin
Lelah

Masih banyak lagi......

Aku bukan Esa
Yang tunggal

Aku Adam yang merindu
Aku Qais yang terlunta

Aku membuang diri pada lingkaran tanpa koma

Kepada siapa aku mengadu..................................

kepada Tuhan

10 September 2008

Tuhan
Aku bingung Tuhan
Aku sudah tidak tahan bekerja di keguruan yang manajemennya tidak karuan
Juga program-programnya yang membingungkan
Tuhan aku tidak tahan
Dengan lingkungan yang selalu berzikir tentang uang
Lingkungan yang selalu mencari posisi untuk jabatan
Tetapi
Ya Tuhan
Mereka suka tidak memegang amanat
Aku tidak menuduh
Tetapi aku menulis ini dengan fakta dan pengalaman yang aku alami sendiri

Tuhan aku sudah tidak tahan
Aku harus bagaimana
Aku ingin keluar dari lingkungan ini
Tetapi aku terjerat
Yang pertama aku terjerat pada kuliah ku yang pengurusannya di pegang oleh orang yang berzikir uang dan jabatan.
Yang kedua aku terjerat pada umurku yang semakin menua, yang masih saja tidak punya ketetapan penghasilan

Menuju 28

Aku masih tetap seperti ini, tiada tabungan hutang yang ada
Penghasilan lebih kecil dari pada pengeluaran
Entah apa aku masih ada harapan untuk melanjutkan kehidupan ke depan

Maafkan aku semuanya
Aku tidak bermaksud ingin seperti ini

Aku gamang menghadapi semua
Aku begitu lemah menghadapi kehidupan

Aku gamang
Maafkan aku

20062010
Endang Taufik

MatreRealis

07052010

Semua terbentur dengan uang
Tak bisa ku berekspresi, tak bisa makan, tak bisa sekolah, tak bisa menikah, tak mau punya anak, banyak dan banyak lagi.

Bukannya memberhalakan uang tetapi apalah arti hidup bila tidak bisa saling berbagi antar manusia....dan setiap rezeki per makhluk itu ada kadarnya dan garisnya....walau pun sudah berusaha setengah mati!!.

Serasa apa ku lakukan terbatas
Serasa apa yang kulakukan percuma

Menunggu apa yang mesti di tunggu
Apa yang mesti di nanti

Tulisan tentang ini sudah banyak aku tuangkan
Seperti tidak ada masalah yang lain dan seperti hanya itu-itu saja yang ku pikirkan, aku tidak mau seperti ini, aku mau hanya berpikir untuk berkarya saja.

Keinginan dan keinginan yang membawa pada penderitaan, televisi, radio dan gaya hidup yang membuat khayal terlena jauh memenuhi hasrat yang menggebu segingga terbawa mimpi.

Pada nyatanya aku masih disini menumpang bersama orang tua, dengan usia yang tak layak.

APA YANG HARUS KU LAKUKAN
APA YANG HARUS KU LAKUKAN
APA YANG HARUS KU LAKUKAN

?
?
?

Terperangkap

Alur Hidup

LAJU ALUR KEHIDUPAN
30062010

Laju alur kehidupan setiap insan itu paradoks, sering bertentangan dengan apa yang diri ungkap rasa. Seseorang dikatakan mempunyai kasih sayang tetapi tidak mempunyai rasa sabar yang kuat, seseorang dikatakan dzalim tetapi ada sebagian kelompok (keluarga) yang ia sayangi, seseorang dzalim terhadap keluarganya tetapi diluar keluarganya ia begitu lembut.

Keterbatasan, membawa alur kita pada dua arah, bagaimanapun itu kita tak bisa menghindar. Dua arah, dua perbedaan itu adalah dua hal yang bertentangan tetapi sebenarnya adalah satu. Dan hal yang berbeda itu semua pasti mengetahuinya.

Keterbatasan sebenarnya dapat membuahkan keseimbangan, saling mengisi. Semua kan menjelma menjadi keseimbangan. Diantara dua perbedaan.

Manusia yang berani adalah manusia yang mau berpetualang di kehidupan.
Manusia yang lemah adalah manusia yang berharap pada kematian.
Pencerahan manusia adalah dengan memberi.