Halaman

Kamis, 08 Desember 2011

Kepada

November, 2008 (akhir)

Kepada malam yang telah bosan mendengar keluhku pada bumi
Kepada aku yang tak membiasakan taat beragama
Kepada Tuhan_Limpahkanlah semua kesalahanku hanya untuk ku
Kepada semua kesalahan janganlah pergi ke orang-orang terdekatku.

E-mail

Munculah dari samudra
Tataplah langit
Kemudian berjalanlah pada kefanaan.

Endang Taufik

Kakak Perempuan ku

Kakak perempuanku bertahanlah
Aku menitikan air mata saat melihat foto mu

Kebahagiaan yang telah hilang
Kesenangan yang telah dilupakan
Dan, aku juga sebenarnya bertahan, aku bertahan...

Aku adikmu
Aku laki-laki pula seperti suamimu, laki-laki

Bila ibu mengomentari yang masuk akal kepada suamimu
Aku suka terbayang bagaimana aku nanti bernasib seperti suami mu
Semoga hal itu terhindar dari hasil kerja keras ku yang sedang aku jalani ini

Kakak ku bertahan ya...

Kelak kebahagiaan dan kesenangan itu pasti akan datang
Walau pun kamu tak berusaha mencari makan untuk anak-anak mu
Tetapi kamu sudah berusaha untuk mencari untuk tambahan uang saku anak-anakmu
Walau pun kamu tak berusaha untuk mencari makan anak-anakmu
Tetapi do’a seorang ibu itu akan sangat makbul, yakinlah.

Walau pun suami mu tanpa pekerjaan
Walau pun suami mu dengan pekerjaan yang tidak tetap
Dia tetap suami mu
Ayah dari keponakan ku

Bertahanlah...
Setidaknya dengan do’a


Endang Taufik 
Pasirtanjung, 16 Januari 2011

Hidup

01072010

Hidup semakin ke depan semakin tidak karuan
Aku dan ketiga teman ku mengatakan
Dan membuktikan

Hidup semakin kedepan semakin tak beraturan
Semua gamang membingungkan
Tanpa tujuan

Mimpi-mimpi telah musnah di hantam badai waktu
Menggilas ku yang tak pernah mau bersiap-siap berpacu
Kini entah apa yang ku tunggu

Ah...
Aku tidak mau mati dalam keadaan tak menentu.

Endang Taufik

Hidup 3

Sabtu, 25 Desember 2011
Ketika berhadapan dengan kebutuhan yang hakiki

Semua resah
Alam gelisah
Malam begitu gersang
Siang begitu kelam

Makan
Minum
Kebahagiaan
Berbagai wajah
Berbagai resah
Beribu mimpi
Beribu asa

Semua belajar makan
Semua belajar minum
Semua belajar bahagia

Endang Taufik

Hidup 2

22042010

Untuk apa kamu terlahir ke dunia???

23042010

Entah apa yang sebenarnya aku lakukan di bumi ini
Semua sia-sia
Semua kosong

Entah kenapa aku harus bertahan

Sebuah perjalanan yang banyak memakan asa

Do’a adalah harapan
Namun bila harapan itu tiada, apakah masih bisa berdo’a??

Usia semakin menua renta
Ajal sudah hampir nampak
“Lihat dia menari-nari akan menjemput ku”

Aku takut bila mengatakannya

Aku belum bisa mengukir perjalanan ku dengan membuat tersenyum Sang Pencipta ku

Malam semakin larut, aku kan tenggelam dalam kubangan sejenak, kemudian hari berjalan lagi terulang mengulang dan diulang.

Aku merugi, perjalananku buntu.

Endang Taufik

DRUPADI

Aku bisa menjadi tiga atau enam atau kelipatannya
Tetapi aku tidak bisa menjadi siapa pun

Aku bisa menjadi tiga atau enam atau kelipatannya
Tetapi aku tunggal bukan ganda

Dewi Drupadi yang terbagi;

Dia bisa memilih salah satu untuk dilebihkan
Tetapi ia tetap terbagi

Yang terbagi mengetahui, dan mereka menerima
Karena Drupadi tetap terbagi.

181209

Sepi

Aku serasa kesepian dan sendiri disini, di tempat yang aku sendiri tidak mengetahui alasan apa Alloh mengirimku ke sini. Mungkin dari sini aku bisa mandiri tanpa ketergantungan, itu salah satu hikmah yang aku petik dari samudra-Nya.

Di sini bila rasa sepi dan sendiri terus menghantui dan menjelma menjadi resah, aku pun tidak tahu harus bagaimana, rasa ini terus menghimpitku menyesakkan setiap ruang tubuh ku.

Rasa ini membuat aku menjadi mengerdil atas bumi, aku serasa tak berpijak dan tak terbang, aku diantaranya.

Rasa ini membuat pikir prasangka ku terus tumbuh tak terarah, jauh, bahkan tak terjangkau dengan pikirku sendiri.

“ Aku bertahan karena aku yakin
Aku bertahan karena aku sayang kamu
Aku bertahan dan aku akan terus bertahan
Kehidupan itu sangat unik
Dan manusia pun juga ”




Endang Taufik 
Pasirtanjung, 16 Januari 2011